BUTA KARENA SOLAR
ECLIPSE
Suatu
hari Sindi sedang berjalan di trotoar, pada saat itu matahari terlihat aneh. Ia
melihat ke atas dan ternyata hanya tertutup awan. Sesampai dirumah Sindi
langsung masuk kamar dan menutupi telingan dengan earphonenya, tidak lama
matanya terlihat perih dan sakit. Sindi kemusian memanggil ibunya.
“Ibuuuuu.......!!!”
. Teriak sindi sembari menangis.
“Ada apa nak?”.
Ibunya menjawab dan menghampiri Sindi.
“Ibu mataku
perih”. Rengeknya.
Ibu
terlihat cemas melihat anaknya yang terus berteriak kesakitan pada matanya.
Seketika ibu mengambil handphone dan menelpon ayah untuk mengabari keadaan
Sindi sekarang. Ayah menyuruh ibu untuk membawa ke rumah sakit.
Sesampai di
rumah sakit Sindi diperiksa oleh dokter spesialis mata.
Beberapa
menit setelah itu ...
“Apakah kamu
pernah mengalami kecelakaan atau hal semacamnya terhadap matamu?”. Tanya dokter.
“Tidak dok, aku
tidak pernah mengalami hal semacam itu” jawab Sindi.
“Apakah kamu
tadi melihat matahari?”
“Iya aku
melihatnya karena matahari terlihat aneh”.
“Maaf pak, bu
anak bapak dan ibu mengalami kebutaan karena saraf matanya yang terbakar oleh
sinar matahari yang sedang gerhana total.” Ucap dokter.
Ayah dan ibu
Sindi terkejut dan tidak percaya bahwa anaknya akan mengalami kebutaan
selamanya.
***
Sudah
dua minggu ini Sindi tidak ingin keluar dari kamarnya. Ayah dan ibu Sindi
khawatir anaknya akan melakukan hal yang negatif bagi dirinya., dan mereka berinisiatif
membawa Sindi ke YPAC. Sesampai di YPAC Sindi tidak bicara sedikitpun, dia
terus menangis dan tidak ingin tinggal disana. Tetapi pada saat itu ada seorang
anak yang lumpuh dan buta. Dia berbicara kepada Sindi.
“Kenapa kamu
sedih?”. Tanya anak itu
“Kamu ngapain
sih kesini, aku gak butuh perhatian dari siapapun. Pergi!”. Jawab Sindi marah
“Hmm... Sabar ya
kamu masih mending hanya buta, kamu masih bisa berjalan . Tidak sepertiku,aku
tidak bisa melihat, tidak bisa berjalan , tetapi aku masih bersyukur karena
masih bisa hidup,malah aku senang tinggal disini karena semua orang
memperhatikanku dan tidak mengejekku”. Ucap anak itu



